Murder On The Orient Express (2017)

murder-on-the-orient-express-2017

Di tahun 2014, Serial Agatha Christie's Poirot mengakhiri perjalanannya setelah selama lebih dari dua dekade melalui episode terakhir Curtain:Poirot Last Case. Setelahnya sulit membayangkan akan ada aktor lain selain David Suchet yag memerankan detektif swasta dengan kumis ikonik tersebut. Sampai akhirnya Kenneth Branagh berani menanggung resiko itu melalui adaptasi cerita yang paling terkenal dari seri Poirot – Murder On The Orient Express (MOTOE).

Kenneth Branagh bahkan bukan hanya memerankan detektif perfeksionis itu, namun juga sutradara film yang menelan biaya produksi 55 juta dollar itu. Hasilnya meski telah meraih penghasilan tiga kali lipat dari modal tersebut, MOTOE versi terbaru tetap tak luput dari kritikan para kritikus – dan tentu saja fans.

Tidak ada yang salah dengan Kenneth Branagh yang memerankan Poirot, dia berhasil memberikan dimensi baru untuk karakter gubahan Agatha Christie tersebut. Memang masih jauh dari karisma seorang David Suchet namun Branagh yang merupakan aktor kelas oscar itu dapat memberikan nyawa baru pada poirot, dan itu penting untuk mengenalkan poirot kepada penonton awam.


MOTOE versi baru dimulai dengan pengenalan terhadap Poirot melalui sebuah kasus ‘Ringan’ di yerusalem, walau kasusnya tidak penting dan terkesan menggampangkan, namun penting untuk – lagi-lagi – mengenalkan sosok poirot pada penontonnya yang tidak pernah bersentuhan dengan novel, film dan series nya terdahulu. Tidak terlalu cerdas memang namun paling tidak menjadi appetizer yang pas untuk kasus utamanya. Pembunuhan di Kereta Ekspress Orient.

Cerita kemudian mulai bergulir ke kasus utama, langkah awal tentu saja mengenalkan kepada pelakon-pelakon secondary yang sebenarnya diisi oleh aktor dan aktris kelas oscar macam  Penelope Cruz, Daisy Ridley, Josh Gad hingga Johnny depp,

Dengan assamble cast yang mentereng MOTOE bisa saja menjadi sajian terbaik dari film-fil MOTOE versi terdahulu. Sayangnya mereka seperti sebuah mobil tua yang di permak berbodi emas, namun tak dibarengi mesin yang mumupuni untuk menjadi mobil balap. Terutama Johny Depp yang tak mampu menunjukan sinarnya karena keterbatasan dialog dan peran untuk dia bereksplorasi lagi.

Tapi dosa terbesar dari MOTOE ini terletak kepada improvisasi Barnagh dalam mengarahkan filmnya. Poirot versinya memang tampak lebih berenergi dari versi-versi sebelumnya. Namun untuk mengajak Poirot berlaku layaknya Sherlock Holmes bukanlah pilihan bijak terutama di mata fans veterannya.

7.0
Bagus

Kenneth Branagh berhasil menghadirkan dimensi Poirot yang baru namun sayang assamble cast yang begitu mentereng tidak diimbangi pengembangan karakter yang memadai.

0 comments

Leave a Reply