Memoir of A murderer (2017)

memoir-of-a-murderer-2017

Korea memang paling jago memproduksi film-film psikopat yang selalu saya tunggu-tunggu.  Sineas-sineas negeri ginseng itu selalu saja mendapat wangsit untuk menciptakan sebuah film yang penuh misteri dan kebrutalan tingkat dewa. Keunggulan lain dari film-film Thriller sana juga terletak pada sisipan dramanya yang selalu saja bisa membuat "baper penontonnya. Beberapa film tersebut adalah Oldboy, No Mercy, The Chase dan masih banyak lagi.

Sayangnya makin kesini makin jarang film korea yang serupa dengan film-film itu. Praktis film korea bergenre sejenis terakhir yang saya tonton adalah Montage. Itupun tidak terlalu menghapus dahaga saya akan film korea yang berdarah-darah. Samapai akhirnya ditahun 2017 ada film yang sedikit menghapus dahaga saya tersebut. Memoir of A murderer

Memoir of A murderer merupakan karya Shin-yeon Won yang di tahun 2013 lalu menyutradarai film ala Bourne - The Suspect. Shin-yeon Won kali ini dibantu oleh penulis skenario Jo-yun Hwang yang sebelumnya menjadi penulis skenario Oldboy yang sadis dan keren itu. Baik Shin-yeon Won maupun Jo-yun Hwang bertanggung jawab untuk mentransformasikan novel karya penulis muda korea Young-ha Kim yang berjudul asli A Murderer's Guide to Memorization.

Byung-su(Kyoung-gu Sul) merupakan mantan pembunuh berantai yang pada mas tuanya menderita demensis-semacam Alzheimer atau kepikunan-. Kali ini dia dihadapkan pada usaha untuk melindungi Eun-hee(Seol-Hyun Kim) -anak perempuan satu-satunya-dari ancaman pembunuh berantai yang sedang meneror kota.


Memoir of A murderer memulai segalanya dengan baik, motif Byung-su mengapa pernah menjadi pembunuh berantai dipaparkan dengan sangat baik melalui flashback-flashback masa mudanya. Premisnya dikembangkan dengan bumbu-bumbu drama yang cukup ditengah. Namun seperti mayoritas film korea lainnya, komposisi dramanya meningkat tajam di sepertiga akhir. 

Kyoung-gu Sul lagi-lagi memerankan ayah penyayang yang siap melindungi putrinya dari segala ancaman. Terkesan mirip dengan perannya di tahun 2010 lalu melalui film No Mercy. Bedanya kali ini Kyoung-gu Sul memerankan Byung-su, mantan pembunuh berantai yang pikun yang bahkan memerlukan bantuan tape recorder untuk mengingat kejadian kemarin. Bisa dikatakan keseluruhan film ini berpusat kepada Byung-su dalam upayanya untuk mengingat masa lalunya sekaligus melupakan trauma yang ditimbulkannya. Penonton diajak menelusuri semua kenangan Byung-su melalu jurnal yang ia ketik di laptopnya hanya saja karena penyakit demensia-nya penonton seolah diajak untuk memilah, yang ia tulis dan ceritakan apakah benar-benar terjadi atau hanya khayalan dari kenangan masa lalunya. Terdengan membingungkan namun Shin-yeon Won dan Kyoung-gu Sul mampu mempresentasikannya dengan baik. Kyoung-gu Sul mampu memerankan Byung-su yang kebingungan di masa tuanya karena banyak ingatan yang saling tumpang tindih.

Selain kualitas akting Kyoung-gu Sul saya tidak benar-benar menemukan hal yang spesial dari film ini. Premisnya memang unik dan fresh namun narasinya terlalu bertele-tele pengenalan Byung-su terlalu overdosis tanpa dibarengi pengenalan karakter-karakter lain yang sebenarnya memiliki potensi untu tampil lebih spesial seperti Tae-ju (Nam-gil Kim ), polisi muda yang diduga menjadi pembunuh berantai oleh si Byung-su. Dan yang paling parah berbeda dengan Olboy dan No Mercy, Memoir of a Murderer tidak menawarkan kejutan yang membuat penoton gemas dan takjub. Memang secara narasi ending film ini tidak se "WTF" Oldboy ataupun se-"OMG" No Mercy namun paling tidak Memoir of a Murderer punya potensi untuk memberikan kejuta di akhir film jika saja narasi dari awalnya tidak terlalu spoiler.

Overall tentu saja film ini menjadi penghaus dahaga untuk perfilman Korea dengan genre seperti ini. Dan walaupun secara kualitas masih jauh dari yang saya harapkan, Memoir of a Murderer tetap film yang wajib ditonton terlebih oleh anda yang memang pecinta film-film sejenis.

6.8
Lumayan Bagus

Film ini menjadi penghaus dahaga untuk perfilman Korea dengan genre seperti ini. Dan walaupun secara kualitas masih jauh dari yang saya harapkan, Memoir of a Murderer tetap film yang wajib ditonton terlebih oleh anda yang memang pecinta film-film sejenis.

0 comments

Leave a Reply